Tampilkan postingan dengan label kabar pemain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kabar pemain. Tampilkan semua postingan
Media Italia: Andik Vermansyah, Messi dari Indonesia
Jakarta - Andik Vermansah kembali menuai pujian. Kali ini sebuah media online Italia, fcinternews.it, menyejajarkan gelandang serang Persebaya itu dengan bintang Barcelona, Leonel Messi. Ini memang bukan cerita baru karena para Bonek--sebutan bagi suporter Persebaya--selama ini juga menjuluki Andik sebagai Messi baru. Nama Messi kerap diteriakkan ketika Andik bermain di Gelora 10 Nopember, Surabaya, kandang Persebaya.
Vermansyah, il nuovo Messi. "L'Inter ora..." begitu judul artikel yang ditulis Riccardo Gatto. "Andik berumur 20 tahun dan dianggap sebagai Messi dari Indonesia. Dia adalah salah satu pemain muda yang akan ditawarkan ke Inter. Ia pernah dikaitkan dengan Sporting Lisbon dan Novara, tetapi sampai saat ini tidak ada perkembangan," tulis Riccardo.
Artikel itu juga memuat pernyataan Koordinator Timnas Indonesia Bob Hippy yang berencana menawarkan Andik kepada Inter Milan. Kebetulan Inter bakal datang ke Indonesia bulan Mei mendatang untuk beruji coba melawan tim Indonesia Selection. "Kami berencana untuk menawarkannya ke Inter yang akan datang ke sini. Kita akan lihat apa yang bisa kita lakukan. Kita juga telah berbicara dengan Liverpool. Dia adalah pemain berbakat dan harus terus mengembangkan bakatnya di luar Indonesia,” tutur Bob.
Nama Andik melambung saat membela Timnas U-23 yang merebut medali perak SEA Games XXVI di Jakarta, November 2011 lalu. Popularitas pemain kelahiran Jember itu makin meningkat usai bertukar kaos dengan David Beckham setelah laga persahabatan antara timnas Indonesia Selection melawan LA Galaxy di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada bulan yang sama.
Terakhir, Andik memimpin rekan-rekannya di Timnas U-21 merebut posisi kedua turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2012 yang berlangsung di Brunei Darussalam. Pada partai final yang tergelar Jumat (9/3) malam, Indonesia dikalahkan tuan rumah Brunei 0-2. (Sumarlin)
Sumber : Ligaprimaindonesia.com
Andik Ditawarkan ke Inter Milan
Milan - Setelah Novara dan Sporting Lisbon, kini nama Andik Vermansyah kembali dikaitkan dengan klub Eropa. Tak tanggung-tanggung, nama Inter Milan disebut.
Sebelumnya, Koordinator Timnas Indonesia, Bob Hippy, mengungkapkan akan menawarkan Andik ke Inter. Kabar ini pun sampai ke Italia.
FCInterNews.it menulis, "Dia adalah salah satu pemain muda yang akan ditawarkan ke Inter. Ia pernah dikaitkan dengan Sporting Lisbon dan Novara, tetapi tidak ada perkembangan."
Sementara itu, Bob Hippy menjelaskan rencana mengenai Andik dan Inter, yang akan melakoni laga eksibisi pada bulan Mei nanti.
"Kami berencana untuk menawarkannya ke Inter. Inter akan datang ke sini dan kita akan lihat apa yang bisa kita lakukan. Kami juga telah berbicara dengan Liverpool. Dia adalah pemain berbakat dan harus terus mengembangkan bakatnya di luar Indonesia," jelas Bob menambahkan.
Nama Andik kian ramai dikaitkan dengan sejumlah klub Eropa setelah menjalani laga uji coba melawan Los Angeles Galaxy, klub yang diperkuat David Beckham.
Dalam laga persahabatan itu, Beckham melakukan tekel keras untuk menjegal Andik yang tampil impresif. Pada akhir lagi, Beckham meminta maaf dan memberikan kaosnya untuk Andik. [mah]
Sebelumnya, Koordinator Timnas Indonesia, Bob Hippy, mengungkapkan akan menawarkan Andik ke Inter. Kabar ini pun sampai ke Italia.
FCInterNews.it menulis, "Dia adalah salah satu pemain muda yang akan ditawarkan ke Inter. Ia pernah dikaitkan dengan Sporting Lisbon dan Novara, tetapi tidak ada perkembangan."
Sementara itu, Bob Hippy menjelaskan rencana mengenai Andik dan Inter, yang akan melakoni laga eksibisi pada bulan Mei nanti.
"Kami berencana untuk menawarkannya ke Inter. Inter akan datang ke sini dan kita akan lihat apa yang bisa kita lakukan. Kami juga telah berbicara dengan Liverpool. Dia adalah pemain berbakat dan harus terus mengembangkan bakatnya di luar Indonesia," jelas Bob menambahkan.
Nama Andik kian ramai dikaitkan dengan sejumlah klub Eropa setelah menjalani laga uji coba melawan Los Angeles Galaxy, klub yang diperkuat David Beckham.
Dalam laga persahabatan itu, Beckham melakukan tekel keras untuk menjegal Andik yang tampil impresif. Pada akhir lagi, Beckham meminta maaf dan memberikan kaosnya untuk Andik. [mah]
Persebaya Proteksi Khusus Andik
Surabaya - Nama Andik Vermansyah mulai membooming setelah pentas SEA Games 2011 lalu. Namanya kian melejit ketika dilanggar David Beckham sebelum akhirnya bertukar kostum dengan bintang LA Galaxy itu. Tak ingin pemainnya disalahgunakan pihak ketiga, manajemen Persebaya mencoba untuk memproteksi Andik.
Tawaran untuk menjadi bintang tamu sering diterima Andik. Andik juga beberapa kali menjadi tamu di televisi. Selain itu, kegiatan outdoornya juga cukup padat. Saat ini, Andik dikabarkan tengah didekati dua brand terkenal di Indonesia. Satu brand makanan ringan yang juga menjadi sponsor klub luar negeri, dan satunya adalah operator selular kenamaan di Indonesia.
Tak ingin pemainnya terforsir oleh kegiatan di luar lapangan hijau, Persebaya coba memberikan proteksi. "Semua pihak ketiga yang ingin berhubungan dengan Andik, siapapun, baik itu komersial ataupun sosial, harus koordinasi dulu dengan manajemen," kata Direktur Utama PT Pengelola Persebaya, Dityo Pramono.
Dityo sadar, saat ini nama Andik mulai terkenal. Tawaran menjadi bintang iklan juga diterima pemain yang masih berusia 20 tahun itu. Namun kadang kala, ada pihak ketiga yang bersikap nakal dan mau mengambil untung sendiri. Mereka, tanpa seizin manajemen, melakukan deal secara personal dengan Andik. Padahal Andik adalah aset utama Persebaya saat ini.
"Kadang kalau tidak bisa menembus kita, mereka hubungi langsung ke pemainnya. Ini yang tidak tepat. Untuk itu kami himbau kepada pihak ketiga harus koordinasi dengan manajemen jika ingin berhubungan dengan manajemen," papar mantan manajer PSPS ini.
Apa yang manajemen Persebaya lakukan, menurut Dityo, semata-mata untuk menjaga Andik. Manajemen tidak ingin kekasih Tiara Darmawanti itu habis sebelum waktunya. Apalagi Andik memiliki potensi besar untuk menjadi pemain hebat di Indonesia. Oleh karena itu, perlakuan khusus yang dilakukan manajemen adalah untuk kebaikan pemain itu sendiri.
"Kadang ia berangkat ke Jakarta siang. Esok paginya ke Surabaya lagi. Kan itu berpengaruh ke kondisi fisiknya. Memang dia bisa ikut latihan, tapi tidak maksimal. Kami tidak ingin Andik habis sebelum waktunya. Kami ingin menjaganya untuk selalu tampil maksimal," tutup pria berambut perak ini.[sya/ted]
Tawaran untuk menjadi bintang tamu sering diterima Andik. Andik juga beberapa kali menjadi tamu di televisi. Selain itu, kegiatan outdoornya juga cukup padat. Saat ini, Andik dikabarkan tengah didekati dua brand terkenal di Indonesia. Satu brand makanan ringan yang juga menjadi sponsor klub luar negeri, dan satunya adalah operator selular kenamaan di Indonesia.
Tak ingin pemainnya terforsir oleh kegiatan di luar lapangan hijau, Persebaya coba memberikan proteksi. "Semua pihak ketiga yang ingin berhubungan dengan Andik, siapapun, baik itu komersial ataupun sosial, harus koordinasi dulu dengan manajemen," kata Direktur Utama PT Pengelola Persebaya, Dityo Pramono.
Dityo sadar, saat ini nama Andik mulai terkenal. Tawaran menjadi bintang iklan juga diterima pemain yang masih berusia 20 tahun itu. Namun kadang kala, ada pihak ketiga yang bersikap nakal dan mau mengambil untung sendiri. Mereka, tanpa seizin manajemen, melakukan deal secara personal dengan Andik. Padahal Andik adalah aset utama Persebaya saat ini.
"Kadang kalau tidak bisa menembus kita, mereka hubungi langsung ke pemainnya. Ini yang tidak tepat. Untuk itu kami himbau kepada pihak ketiga harus koordinasi dengan manajemen jika ingin berhubungan dengan manajemen," papar mantan manajer PSPS ini.
Apa yang manajemen Persebaya lakukan, menurut Dityo, semata-mata untuk menjaga Andik. Manajemen tidak ingin kekasih Tiara Darmawanti itu habis sebelum waktunya. Apalagi Andik memiliki potensi besar untuk menjadi pemain hebat di Indonesia. Oleh karena itu, perlakuan khusus yang dilakukan manajemen adalah untuk kebaikan pemain itu sendiri.
"Kadang ia berangkat ke Jakarta siang. Esok paginya ke Surabaya lagi. Kan itu berpengaruh ke kondisi fisiknya. Memang dia bisa ikut latihan, tapi tidak maksimal. Kami tidak ingin Andik habis sebelum waktunya. Kami ingin menjaganya untuk selalu tampil maksimal," tutup pria berambut perak ini.[sya/ted]
Andik Berpeluang Jadi Kapten Timnas U-21
Reporter : M. Syafaruddin
Sentul (beritajatim.com) - Andik Vermansyah telah bergabung dengan Timnas U-21 yang menjalani pemusatan latihan di lapangan sepakbola kompleks Padepokan Bola Voli Sentul, Jawa Barat. Santer terdengar, Andik bakal diplot sebagai kapten.
Di bawah pelatih Widodo C Putro, sebanyak 25 pemain dari berbagai daerah di Indonesia bakal diciutkan menjadi 18 pemain. Mereka itulah yang akan diterjunkan ke turnamen Hasanah Bolkiah 2012 di Brunei Darussalam, 25 Februari hingga 5 Maret mendatang.
Di bawah pelatih Widodo C Putro, sebanyak 25 pemain dari berbagai daerah di Indonesia bakal diciutkan menjadi 18 pemain. Mereka itulah yang akan diterjunkan ke turnamen Hasanah Bolkiah 2012 di Brunei Darussalam, 25 Februari hingga 5 Maret mendatang.
Sebagai pemain paling 'senior', karena pernah membela Timnas U-23 di ajang SEA Games XXI dan tim senior Indonesia Selection dalam laga persahabatan melawan LA Galaxy yang diperkuat David Beckham, Andik kabarnya diplot menjadi kapten Timnas U-21.
Meski usia Andik sepantaran dengan mayoritas pemain lainnya, tapi jam terbangnya di level internasional menjadi modal penting untuk memimpin rekan-rekannya di lapangan. Lantas bagaimanakah sikap Andik?
"Siap saja kalau memang dipilih. Tapi pelatih belum bicara apa-apa pada saya," kata Andik, seperti dilansir PT LPIS, Jumat (20/1/2012).
Pemain mungil kelahiran Jember, 23 November 1991, itu sadar tugasnya di Brunei cukup berat. Dalam turnamen yang digelar di Bandar Sri Begawan itu, Andik dan kawan-kawan akan berhadapan tujuh negara tetangga yaitu tuan rumah Brunei, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Filipina, Timor Leste dan Vietnam. Dan Timnas U-21 diharapkan jadi kampiun.
"Doakan saja saya bisa memimpin teman-teman dan kita juara di Brunei nanti," kata Andik.
Terpisah, Widodo C Putro mengaku mendapat kesan positif dari pemain yang ikut mengantarkan tim Jatim meraih medali emas PON XVII Kaltim 2008 itu. "Andik itu kan sudah mampu bermain bersama di timnas yang lebih senior, jadi berkat pengalamannya dalam waktu singkat dia sudah bisa nyetel (menyatu)," ujar Widodo.
Karenanya mantan arsitek Petrokimia Putra dan Persela itu tak keberatan bila Andik tidak menetap bersama timnas selama pemusatan latihan. "Selain itu saya juga takut pemusatan latihan dalam jangka waktu lama bisa membuat dia jadi jenuh. Karena itu kami perbolehkan Andik untuk kembali ke klubnya," kata Widodo.
Tapi dia berharap Andik bisa main saat Timnas U-23 melakoni laga uji coba. "Yang penting, begitu ia dipanggil uji coba harus langsung datang. Minimal dua atau lima hari sebelum uji coba," tegasnya.
Widodo mengakui, peran Andik sangat krusial dalam tubuh Garuda Muda. Selain skill yang mumpuni, Widodo terkesan dengan kemampuan Andik bermain di segala posisi. "Dia bisa bermain sebagai penyerang, pemain sayap, maupun second striker. Utility player (pemain serba bisa) seperti ini sangat kami butuhkan dalam skuad," ulasnya.
Sebelum bertolak ke Brunei, Timnas U-21 rencananya menjalani empat laga uji coba melawan Timnas U-17, tim U-21 PSB Bogor, dan satu tim lagi yang belum ditentukan. Terakhir meladeni klub asal Korsel, Hyundai Ulsan, pada 9 atau 11 Februari nanti. [sya/but]
Meski usia Andik sepantaran dengan mayoritas pemain lainnya, tapi jam terbangnya di level internasional menjadi modal penting untuk memimpin rekan-rekannya di lapangan. Lantas bagaimanakah sikap Andik?
"Siap saja kalau memang dipilih. Tapi pelatih belum bicara apa-apa pada saya," kata Andik, seperti dilansir PT LPIS, Jumat (20/1/2012).
Pemain mungil kelahiran Jember, 23 November 1991, itu sadar tugasnya di Brunei cukup berat. Dalam turnamen yang digelar di Bandar Sri Begawan itu, Andik dan kawan-kawan akan berhadapan tujuh negara tetangga yaitu tuan rumah Brunei, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Filipina, Timor Leste dan Vietnam. Dan Timnas U-21 diharapkan jadi kampiun.
"Doakan saja saya bisa memimpin teman-teman dan kita juara di Brunei nanti," kata Andik.
Terpisah, Widodo C Putro mengaku mendapat kesan positif dari pemain yang ikut mengantarkan tim Jatim meraih medali emas PON XVII Kaltim 2008 itu. "Andik itu kan sudah mampu bermain bersama di timnas yang lebih senior, jadi berkat pengalamannya dalam waktu singkat dia sudah bisa nyetel (menyatu)," ujar Widodo.
Karenanya mantan arsitek Petrokimia Putra dan Persela itu tak keberatan bila Andik tidak menetap bersama timnas selama pemusatan latihan. "Selain itu saya juga takut pemusatan latihan dalam jangka waktu lama bisa membuat dia jadi jenuh. Karena itu kami perbolehkan Andik untuk kembali ke klubnya," kata Widodo.
Tapi dia berharap Andik bisa main saat Timnas U-23 melakoni laga uji coba. "Yang penting, begitu ia dipanggil uji coba harus langsung datang. Minimal dua atau lima hari sebelum uji coba," tegasnya.
Widodo mengakui, peran Andik sangat krusial dalam tubuh Garuda Muda. Selain skill yang mumpuni, Widodo terkesan dengan kemampuan Andik bermain di segala posisi. "Dia bisa bermain sebagai penyerang, pemain sayap, maupun second striker. Utility player (pemain serba bisa) seperti ini sangat kami butuhkan dalam skuad," ulasnya.
Sebelum bertolak ke Brunei, Timnas U-21 rencananya menjalani empat laga uji coba melawan Timnas U-17, tim U-21 PSB Bogor, dan satu tim lagi yang belum ditentukan. Terakhir meladeni klub asal Korsel, Hyundai Ulsan, pada 9 atau 11 Februari nanti. [sya/but]
"ANDIK VERMANSYAH" dari jualan es hingga jadi "MESSInya PERSEBAYA"
JAKARTA, KOMPAS.com — Mungil, cepat, lincah, tajam, penuh determinasi, dan pekerja keras. Selain Oktovianus Maniani, ciri-ciri ini juga mencerminkan sosok gelandang Tim Nasional U-23, Andik Vermansyah.
Aksinya yang brilian terlihat jelas saat membela Timnas U-23 saat melawan Kamboja di laga perdana SEA Games XXVI tahun 2011, Senin lalu. Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 6-0 untuk Indonesia itu, kecepatan dan kelincahan Andik mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan hingga membuahkan satu gol dan memberikan satu umpan indah yang berujung pada gol terakhir untuk Indonesia. Andik yang masuk menggantikan Ferdinand Sinaga pada menit ke-61 langsung menunjukkan kualitasnya sebagai pemain yang mengandalkan kecepatan. Pada menit ke-80, pemain bernomor punggung 21 ini berlari dengan sangat cepat sambil membawa bola dan berhasil melewati satu gelandang bertahan Kamboja ke dalam kotak penalti Kamboja. Insting tajamnya pun bermain. Melihat celah yang terhampar, tanpa pikir panjang Andik segera menembakkan bola dengan keras dari kaki kanannya. Kiper Kamboja pun tak kuasa menahan bola yang melaju deras ke arah gawangnya.
Aksinya yang brilian terlihat jelas saat membela Timnas U-23 saat melawan Kamboja di laga perdana SEA Games XXVI tahun 2011, Senin lalu. Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 6-0 untuk Indonesia itu, kecepatan dan kelincahan Andik mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan hingga membuahkan satu gol dan memberikan satu umpan indah yang berujung pada gol terakhir untuk Indonesia. Andik yang masuk menggantikan Ferdinand Sinaga pada menit ke-61 langsung menunjukkan kualitasnya sebagai pemain yang mengandalkan kecepatan. Pada menit ke-80, pemain bernomor punggung 21 ini berlari dengan sangat cepat sambil membawa bola dan berhasil melewati satu gelandang bertahan Kamboja ke dalam kotak penalti Kamboja. Insting tajamnya pun bermain. Melihat celah yang terhampar, tanpa pikir panjang Andik segera menembakkan bola dengan keras dari kaki kanannya. Kiper Kamboja pun tak kuasa menahan bola yang melaju deras ke arah gawangnya.
Empat menit kemudian, aksinya kembali berbahaya. Menerima bola dari Stevie Bonsapia, Andik berlari seperti kijang meninggalkan para pemain lawan dan mendekati gawang Kamboja. Namun, meski berada dalam posisi yang memungkinkan untuk mencetak gol, pemain yang membela Persebaya 1927 ini justru tidak bersikap egois. Dia memberikan umpan kepada Ramdhani Lestaluhu yang berada dalam posisi lebih menguntungkan. Gol keenam untuk Indonesia pun tercipta. Andik menyadari betul kelebihannya itu. Kecepatan menjadi andalan utamanya dalam bermain sepak bola. Namun, itu pun tidak diperolehnya dengan mudah. Pemain dengan tinggi badan 162 cm ini harus berlatih keras untuk sampai pada tingkat kecepatan tertingginya. Latihan berlari tak hanya dilakukannya di lapangan. Andik biasa melakoni latihan berlari dengan menaiki tangga, baik tangga jembatan maupun tangga di mal. Pernah pula dia beradu cepat dengan taksi.
"Pernah waktu itu aku lomba sampai lima kali, setelahnya aku langsung muntah-muntah ha-ha-ha...," kata pria berusia 19 tahun ini sambil tertawa. Kecepatan, kelincahan, dan kemampuan dribling yang di atas rata-rata membuat Andik mendapat julukan "Lionel Messi" dari Surabaya. Dia mengaku senang disamakan dengan Messi. Namun, dengan rendah hati, pemain yang justru mengidolakan Cristiano Ronaldo ini menekankan bahwa dirinya tak sehebat striker Argentina andalan Barcelona tersebut. "Saat aku bermain, para Bonek selalu teriak 'Messi... Messi... Messi'. Saya senang dipanggil Messi, tapi kan beda jauh," ujarnya lugu.
Dari jualan es sampai SSB gratis
Andik kini berada di tim nasional, bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan berlaga untuk nama bangsa di kancah internasional. Namun, siapa sangka, langkah awalnya bermain bola tidak seindah saat ini. Dulu, untuk membeli sepatu sepak bola saja sulit. Ayahnya, Saman, hanya seorang tukang bangunan. Sementara ibunya, Jumiah, hanya seorang tukang jahit. Orangtuanya yang berpenghasilan pas-pasan tak memiliki dana lebih untuk membantu Andik mewujudkan mimpinya. Maka, tak heran bila pada awalnya Andik tidak diizinkan menekuni sepak bola. Namun, dorongan yang kuat membuat Andik tak mudah patah semangat. Dia pun berjuang sendiri demi mewujudkan mimpi jadi pemain sepak bola profesional. Berbagai upaya ditempuhnya, mulai dari jualan kue dan es hingga bermain sepak bola antarkampung (tarkam) ke luar Surabaya dilakoninya, hanya untuk bisa membeli sepatu bola. Langkahnya menunjukkan titik terang ketika Pelatih SSB Suryanaga, Rudi, melihat bakat besarnya. Rudi pun menawarinya untuk menimba ilmu di sekolah sepak bola di Jember itu. Gratis. "Waktu itu dia iseng nonton aku bermain dan dia bertanya kamu ikut SSB apa? Aku jawab, tidak ada. Aku pun diajak ke Suryanaga, gratis. Terus aku bilang kakak dan diizinkan," ungkapnya. Ayah dan ibunya pun tak memiliki alasan untuk terus melarang. Mereka pun berbalik mendukung Andik hingga bermain untuk Persebaya Yunior dan berkarya di PON.
Selalu pikirkan masa depan
Anak bungsu dari empat bersaudara ini pun tak ragu menyebutkan bahwa kedua orangtuanyalah yang justru paling berjasa dalam kehidupannya. Mantan bintang kesebelasan PON Jawa Timur ini menilai sikap dan dukungan dari orangtuanya telah melecut dirinya untuk menjadi seorang Andik seperti sekarang ini. Selain untuk masyarakat Indonesia, gol yang dicetaknya dalam pertandingan melawan Kamboja kemarin pun dipersembahkannya untuk ayah dan ibu tercinta. Menurutnya, orangtua selalu mendoakan yang terbaik baginya. Bahkan, rela berpuasa demi kesuksesannya. Maka, tak heran bila Andik selalu berusaha menyenangkan mereka. "Alhamdulillah... Selama merantau di Surabaya, aku sudah membelikan rumah atas nama orangtuaku karena itu sudah menjadi janji dari batinku. Alhamdulillah juga, aku sudah memberangkatkan ibu pergi umrah. Insya Allah kalau ada rezeki mau naikkan haji kedua orangtua," ungkap Andik yang kabarnya pernah dilirik oleh pemain Portugal, Rui Costa. Andik selalu diingatkan untuk tidak lupa diri meski kariernya kini tengah menanjak. Dia sudah memikirkan masa depannya. Selain berharap bisa terus berkiprah di dunia sepak bola sampai akhir hayatnya, penyuka tempe penyet ini berencana untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi dan berinvestasi dengan membangun rumah kos di Surabaya. "Kalau ada rezeki mau bikin kos-kosan, buat masa depan. Aku selalu mikir masa depan karena aku melihat betapa sulitnya orangtua aku mencari uang," ujarnya singkat.
Data singkat Andik Vermansyah
Nama lengkap: Andik Vermansyah
Nama kecil/Panggilan: Andik
Tinggi Badan: 162 cm
Tempat/Tanggal Lahir: Jember, 23 November 1991
Klub: Persebaya Surabaya 1927
Posisi: Striker
Karier:
Klub Junior 2007- Persebaya Surabaya 2008 - PON Jatim 2008 - POM ASEAN
Klub Profesional 2008 - 2011 Persebaya Surabaya
Tim Nasional 2011 - Tim Nasional Indonesia U-23
Makanan kesukaan: Tempe penyet
Pemain idola: Bejo Sugiantoro dan Cristiano Ronaldo
Klub idola: Real Madrid dan Persebaya
Nama ayah: Saman
Nama ibu: Jumiah
Kisah Persahabatan Andik Vermansyah & Kim Jeffry Kurniawan
RIVALITAS SURABAYA - MALANG, TIDAK MELUNTURKAN PERSAHABATAN 2 PEMAIN MUDA INI.
Andik Vermansyah dan Kim Jeffrey Kurniawan contohnya. Meski Andik bermain untuk Persebaya dan Kim adalah penggawa Persema Malang, tapi toh mereka bisa klop. Keduanya makin kompak setelah ikut character building di Batu Jajar, Bogor, Jawa Barat."Awalnya saya kenal sama Kim saat kami sama-sama turun dalam chariti game 2010 lalu, itu pun hanya dua hari. Untung saat itu kami saling tukar pin BB (blackberry, Red). Setelah itu, lama kami tidak lagi bertemu," ujar Andik.
Nah, berkat saling tukar pin BB tersebut, komunikasi antara kedua pemain ini terjaga. Namun, saat itu yang mereka komunikasikan bukan membahas masalah-masalah pribadi, atau saling tukar informasi tentang sepak bola. Melainkan saling ejek dan memuji tim masing-masing.
Andik mengatakan, mereka mulai saling dekat saat sama-sama ikut seleksi timnas U-23 di Batu Jajar. Saat itu, lanjut Andik, Kim sangat care dan welcome dengan kehadiran dia. Selama di sana, Kim juga sering mengajarkan Andik berbahasa Inggris.
"Saat itu saya datang terlambat karena harus membela Persebaya. Tapi, saat tiba di sana, semua perlengakapan saya dari panitia ternyata sudah ditata dengan baik oleh Kim. Eh, saat malam, Kim juga mengajak saya untuk satu kamar dan tidur di samping dia," ungkap Andik.
Pemain yang berulang tahun setiap 23 November ini menambahkan, meski belum kenal dekat sebelumnya, mereka berdua sering bekerjasama dan membantu dalam setiap kesempatan. Tak hanya itu, Bila ada jadwal hangout pun, Andik dan Kim selalu terlihat keluar berdua.
"Tapi, untuk ongkos makan dan transportasi kami berdua saling gantian. Kadang kalau berangkat saya yang bayar ongkos taxi, sementara waktu pulang Kim yang bayar. Itu juga berlaku kalau kami makan di luar," ujar mantan pemain PON Jatim 2008 itu.
Sayang, kesempatan itu tidak bisa lagi dirasakan oleh Andik. Sebab, sahabat karibnya tersebut tidak lagi di timnas. Kim dicoret dari skuad merah putih proyeksi SEA Games pada September lalu.
"Dia adalah sahabat tebaik saya, dia nggak sombong, sopan dan baik banget lah. gak di Malang gak di Solo, gak di Jogja dia selalu ramah sama orang. Saya sedih dia tidak bergabung lagi sama tim," keluh Andik. "Kalaupun mau menjadi selebrtis, saya berharap dia terus bermain bola. Kerena, tidak mungkin dia setenar ini kalau bukan karena dari lapangan hijau," pesan pemain bernomor punggung 10 ini. (dik/vem/bas)
Langganan:
Postingan (Atom)











